Kisahnya bermula ketika Vusi yang baru berusia 13 tahun terpaksa
melarikan diri ke Amerika Serikat karena nyawanya terancam oleh polisi
di Afrika Selatan yang pada waktu itu masih menganut sistem apartheid.
Vusi dicari-cari polisi lantaran memiliki hubungan dengan para
revolusioner yang hendak menumbangkan sistem rasialis yang berdasarkan
warna kulit.
Setelah 12 tahun berlalu, muncullah negara Afrika Selatan baru
pimpinan Nelson Mandela yang bersifat multiras. Sehingga Vusi bisa
kembali ke negara asalnya untuk menghadiri pemakaman ayahnya.
Ternyata kepulangannya ke Afrika Selatan membuatnya harus mengalami
kejutan budaya yang telah lama dilupakannya. Tidak heran jika Vusi jadi
kaget karena ia sebagai putra tertua harus menyembelih anak binatang
ternak. Ia sama sekali tidak ingin melakukannya. Rupanya Vusi kini telah
sepenuhnya menjadi orang Amerika.
Akibatnya Vusi tidak betah lagi di negeri kelahirannya dan ingin segera kembali ke Amerika.
Akibatnya Vusi tidak betah lagi di negeri kelahirannya dan ingin segera kembali ke Amerika.
Namun sebelum ke Amerika, Vusi diminta oleh ibu dan saudara
lelakinya untuk pergi ke Johannesburg. Mereka mengharapkannya bisa
membawa pulang adik bungsunya, Steven yang dikabarkan terlibat dengan
penjahat.
Sayangnya Vusi tidak berhasil menemukan Steven di apartemennya dan
hanya berhasil menemui tetangga adiknya, Karin (Elizabeth Hurley).
Wanita tersebut yang berprofesi penari telanjang tampak banyak tahu
tentang Steven. Belakangan Vusi baru tahu bahwa Karin adalah kekasih
adiknya. Steven dan Karin ternyata adalah pecandu kokain. Selain itu,
Steven rupanya sengaja menghilang lantaran utangnya yang besar yakni
sekitar 15 ribu dolar kepada seorang bos pengedar narkoba lokal, Muki
(Ving Rhames). Merasa cemas akan keselamatan Steven, Vusi dan Karin
bekerjasama untuk mencarinya. Namun Muki juga hendak mencari Steven
lantaran utang yang tidak terbayar itu.

Posting Komentar